Dua orang yang begitu berjasa dalam hidupku dan mampu membentuk karakterku, "Bapak dan Ibu". Beliau berdua merupakan orang yang begitu aku kagumi.
Bapak, mengajarkan aku akan arti sebuah kehidupan, cara beliau mendidikku dalam beragama sungguh mempunyai cara yang bener-bener beda dengan yang lain.
Ibu, sosok yang penuh dengan daya juang tinggi untuk mendidik anak-anaknya, salut buat ibu, kesabaran, ketekunan dan keikhlasannya menjalani kehidupan ini membuat aku kagum. Beliau selalu dan selalu menjadi sandaranku dikala aku dalam keterpurukan, nasehat-nasehat yang begitu membangun mampu mengantarkanku menjadi seperti sekarang ini.
22 tahun lamanya, sudah banyak hal yang aku dapatkan, jatuh bangun untuk menggapai segala angan, cinta dan cita-cita semua sudah aku rasakan.
Pengorbananku selama ini tidak sia-sia, Tuhan selalu mendengarkan doa-doaku, betapa tidak. Keluarga, Pendidikan, karier dan sahabat semua itu sudah mewarnai kehidupanku.
Satu sosok dalam hati menjadi harapanku yang terakhir untuk bersama melewati dan mengarungi kehidupan sampai kelak diakhirat nanti. Akan ku tunjukkan padamu sebuah arti kehidupan yang sebenarnya, kedamaian dalam kesungguhan hati, ketulusan dalam menyayangi dan mencintai serta keindahan dalam kesetiaan yang ga akan orang lain rasakan. Aku hanyalah makhluk Tuhan yang penuh dengan kekurangan. Namun, aku akan selalu berusaha menjadi orang yang mampu dan bisa menjalankan amanah dari Tuhan yang diberikan kapadaku untuk menjadi Imam mu.
Ibu, sosok yang penuh dengan daya juang tinggi untuk mendidik anak-anaknya, salut buat ibu, kesabaran, ketekunan dan keikhlasannya menjalani kehidupan ini membuat aku kagum. Beliau selalu dan selalu menjadi sandaranku dikala aku dalam keterpurukan, nasehat-nasehat yang begitu membangun mampu mengantarkanku menjadi seperti sekarang ini.
22 tahun lamanya, sudah banyak hal yang aku dapatkan, jatuh bangun untuk menggapai segala angan, cinta dan cita-cita semua sudah aku rasakan.
Pengorbananku selama ini tidak sia-sia, Tuhan selalu mendengarkan doa-doaku, betapa tidak. Keluarga, Pendidikan, karier dan sahabat semua itu sudah mewarnai kehidupanku.
Satu sosok dalam hati menjadi harapanku yang terakhir untuk bersama melewati dan mengarungi kehidupan sampai kelak diakhirat nanti. Akan ku tunjukkan padamu sebuah arti kehidupan yang sebenarnya, kedamaian dalam kesungguhan hati, ketulusan dalam menyayangi dan mencintai serta keindahan dalam kesetiaan yang ga akan orang lain rasakan. Aku hanyalah makhluk Tuhan yang penuh dengan kekurangan. Namun, aku akan selalu berusaha menjadi orang yang mampu dan bisa menjalankan amanah dari Tuhan yang diberikan kapadaku untuk menjadi Imam mu.